<> Hadapi Cobaan Dengan Lapang Dada <>


Assalamu 'Alaikum Wr.Wb

Hari ini nak saya postingkan suatu cerita ringkas tapi amat menarik.tolong baca dan perhatikan baik-baik.Insya Allah ada pelajaran yang amat berharga dalam hidup kita.Nah,begini ceritanya.......................

*** Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang gelisah. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu. “Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”. “Segar.”,… sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.“Tidak”, …jawab si anak muda. Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. “Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.” ***

Note dari saya :
Naaaah,kisah tersebut boleh kita ambil kesimpulan :
"Bahwa kita hidup didunia ini,bukannya senang.banyak ujian,ranjau dan duri yang menghadang kita dan mau/tidak mau memang harus kita lalui.bukan berarti Dunia ini tempat penderitaan.tapi ini merupakan tanda kasih sayang Allah SWT.sesekali iman kita akan diuji olehNya.
sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 155-157:

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَىۡءٍ۬ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ (١٥٥) ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ۬ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ (١٥٦) أُوْلَـٰٓٮِٕكَ عَلَيۡہِمۡ صَلَوَٲتٌ۬ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٌ۬‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ (١٥٧)
Artinya : "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (155) [yaitu] orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". (156) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (157)".(QS Al Baqarah 155-157)

Dari ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT pasti akan memberikan cobaan kepada kita.baik ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa & buah-buahan itu tak lepas dari kita.ketika kita mendapat cobaan dariNya,senantiasa kita ucapkan "Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un "(Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadanyalah kami akan kembali).Yang harus perlu kita ingat,cobaan adalah bagian dari hidup kita.hidup adalah perjuangan.yaitu perjuangan dalam menghadapi cobaan itu dengan lapang dada dan ikhlas menerimanya.Kita harus selalu Khusnudzon (prasangka baik) kepada Allah SWT.*Kadang-kadang Allah sembunyikan matahari dan berikan kita petir dan kilat, kita tercari-cari dimanakah matahari, rupa-rupanya Allah hadiakan kita pelangi yang indah*,*Habis gelap terbitlah terang* dan setiap kepahitan pasti ada kenikmatan.Begitu nikmat Allah SWT......

Wassalamu 'Alaikum Wr.Wb




============================================
Sumber kisah, dari buku: Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. Hal. 65-66. ISBN 978-6028-686-402.

Category: 0 komentar

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...